Pelatih asal Bosnia ini tidak ingin para pemain memandang remeh pertandingan uji coba.
Kendati duel melawan Madura United FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (14/2), hanya pertandingan uji coba, pelatih Arema Cronus Milomir Seslija tetap mengkarantina anak asuhnya.
Milomir mengatakan, ia tetap menganggap pertandingan melawan Madura
United sebagai laga yang perlu dijalani dengan serius. Milomir tidak
menginginkan anak asuhnya memandang sebelah mata.
“Saya ingin fokus. Boleh lah itu laga uji coba, tetapi saya ingin
pemain fokus. Selain itu saya ingin membangun kebersamaan antara
pemain,” ujar pelatih berusia 52 tahun ini.
“Tetap menerapkan disiplin sebelum bertanding, sama seperti harus
disiplin makannya, tidurnya, hingga hal terkecil, misalnya tidak boleh
membawa telepon genggam di saat makan atau meeting.”
Arema menyelesaikan pemusatan latihan (TC) mereka hari ini. Selama
empat hari, banyak hal yang sudah didapatkan pemain Arema. Selama di
Batu, Milomir menitikberatkan kepada latihan taktikal, dan kerja sama
pemain di lapangan. Latihan ini menggunakan teori di pagi hari, dan game
di sore hari.
“Kita tingkatkan kerja sama tim, bangun kekompakan dari luar
lapangan, kemudian kekompakan itu dilatih di dalam lapangan,” jelas
Milo.
Saat latihan, Milo kerap berteriak keras kepada pemainnya. Hampir
seluruh pemain pernah diteriaki. Milo adalah hal yang cukup normal, dan
ia berupaya membenahi kesalahan yang dilakukan anak buahnya.
“Semua pernah melakukan kesalahan saat latihan, ya sikit-sikit tidak
apa-apa, karena tujuan latihan adalah membenahi kesalahan yang dilakukan
sekaligus praktek agar nanti kesalahan yang sama tidak terulang di game
resmi. Saya pikir kesempatan empat hari di sini membuat kita semakin
satu dan padu,” tutur Milo.
Morbi leo risus, porta ac consectetur ac, vestibulum at eros. Fusce dapibus, tellus ac cursus commodo, tortor mauris condimentum nibh, ut fermentum massa justo sit amet risus.