Apabila diperkenankan untuk mengucap kejujuran, sebetulnya hati ini tiada memiliki ketertarikan untuk menyaksikan Tak Kemal Maka Tak Sayang. Well, selain bukan penggemar gaya Kemal Palevi dalam berkelakar di atas panggung, traumatis terhadap film teranyar Raditya Dika – sebagai sesama pelaku stand up comedy – yang begitu mengecewakan ditinjau dari berbagai sisi masih belum sepenuhnya mengenyahkan diri dari pikiran. Lagipula, apa yang menjadi bahan kupasan film yang beranjak dari buku laris berjudul sama rekaan Kemal Palevi ini yah, masih berkisar di kehidupan si comic yang dipenuhi oleh keabsurdan lengkap dengan tragedi percintaannya. Tidak benar-benar ditemui pembaharuan lantaran kurang lebih hanya mempergunakan formula yang diciptakan oleh Dika di film-film miliknya. Dengan hanya berpatokan pada ini, gairah menonton pun gagal terbentuk. Lalu, saya pun memutuskan untuk memberi kesempatan pada Tak Kemal Maka Tak Sayang yang tiada disangka-sangka... ternyata menghibur! Don’t judge a book by its cover, eh? 

Tak Kemal Maka Tak Sayang membawa penonton ke babak kehidupan Kemal Palevi jauh sebelum dirinya tenar di panggung stand up comedy. Sebagai pelajar SMA, Kemal bukanlah sosok yang populer, cenderung memiliki peringai ‘ajaib’, dan senantiasa dihadapkan pada kegagalan soal asmara. Upaya merebut hati Raisya (Indah Permatasari), gadis cantik yang telah lama menjadi incarannya, pun bukan perkara mudah terlebih Raisya telah memiliki kekasih yang merupakan jagoan di sekolah, Nanda (Ajun Perwira). Kemal meminta bantuan ayahnya yang jago capoeira serta sahabat dekatnya yang aneh, Khalil (Rayi Putra), untuk mempersiapkan pertempuran melawan Nanda memenangkan hati Raisya. Setelah ditempa oleh berbagai latihan melelahkan, sayangnya takdir berkehendak lain dan justru membawa Kemal ke Jakarta yang mempertemukannya dengan Putri (Laudya Cynthia Bella). Sosok Putri yang bertolak belakang dari Raisya ini lantas mengisi babak baru dari kehidupan Kemal dan menjadi salah satu orang terpenting dalam hidupnya yang menghantarkannya pada sorot lampu ketenaran. 
Diperkirakan akan menjelma sebagai sebuah tontonan garing kriuk-kriuk, Tak Kemal Maka Tak Sayang justru membuat saya kecele dengan sajiannya yang memiliki kandungan hiburan mencukupi. Memang secara garis cerita film tidak dikaruniai keistimewaan, plotnya klise dan begitu mudah ditebak kemana akan bermuara, tetapi apa yang membuat Tak Kemal Maka Tak Sayang terasa unggul ketimbang film sejenis adalah ketepatan dalam pengaturan ‘comic timing’. Fajar Bustomi (Slank Nggak Ada Matinya, Remember When) memahami betul waktu yang dirasanya sesuai untuk melontarkan lawakan-lawakan kreasi Kemal dan Jovial da Lopez sehingga ketika ‘bom’ dijatuhkan ada dampak kuat yang dirasakan sehingga secara otomatis ledakan tawa pun terpantik. Bagusnya, tidak sedikit pula guyonan – walau masih berkutat di area slapstick – yang kemunculannya dari suatu adegan yang bisa jadi tidak kamu duga sebelumnya... dan ini berhasil. Alhasil, penonton pun sukses digiring memasuki momen-momen penuh kegilaan yang menyenangkan di sini. 

Tentu, tidak semua candaan disasarkan secara tepat. Ada pula yang meleset. Bahkan film pun kehilangan magisnya ketika klimaks dibungkus sekenanya, cenderung terburu-buru, menggantikan adegan puncak yang memungkinkan Kemal Palevi untuk bersinar terang lewat gaya lawakannya dengan sederetan footage. Sungguh sangat disayangkan film gagal dibawa ke tingkatan yang lebih tinggi. Beruntung luka di ujung ini sedikit banyak tertutupi oleh polesan efek khusus yang tergarap baik, isian tembang-tembang pengiring yang easy listening, jajaran pemain bermain prima, khususnya Laudya Cynthia Bella, Rayi Putra, Hifdzi Khoir dan Ajun Perwira yang masing-masing mencuri perhatian lewat peran yang diembannya, serta sisipan adegan di sela-sela credit title yang melibatkan Luna Maya. Bahkan sekalipun Tak Kemal Maka Tak Sayang kurang mampu memberi hentakan lebih pada penyelesaiannya, film ini masih terbilang berhasil dalam kaitannya menunaikan tugas sebagai film senang-senang pelepas penat. Kocak dan mengasyikkan
Kali ini gue pengen bikin sinopsis filmnya Mario maurer yang lain. Buat yang belum nonton, Pee Mak Phra Khanong ini genrenya horor komedi. Lucu. Lumayan buat hiburan di tengah kepadatan menggarap skripsweet. Filmnya udah keluar dari tahun 2013 sebenernya, tapi, gak masalah lah yaa kalo gue pengen bahas ini. :)

Di suatu daerah bernama Phra Khanong, di negeri Thailand, konon kisah ini adalah legenda yang benar-benar terjadi di sana. Kisah mengenai cinta abadi seorang wanita kepada suaminya ini, diceritakan secara turun temurun dari mulut ke mulut.
Begini ceritanya...... (biar kayak serial misteri..)

Kisah ini bersetting abad ke 19, dimana saat itu terjadi perang antara negeri Siam dengan negeri asing yang bersenjata modern. Mak (Mario Maurer) menjadi salah satu prajurit yang membela negerinya. Ketika terluka, Mak berjumpa dengan empat orang lainnya yang kemudian menjadi sahabatnya.

Pada saat yang sama, istri Mak yang bernama Nak (Davika Hoorne) sedang berjuang sendirian menahan sakitnya di Phra Khanong untuk melahirkan bayinya. Setelah beberapa waktu, di Phra Khanong sering terdengar suara Nak yang menyanyikan lagu nina bobo untuk anaknya, yang menakuti seluruh warga di kawasan Phra Khanong. Rumor kemudian beredar di Phra Khanong bahwa Nak telah mati dan menjadi hantu.

Bersama keempat temannya yang aneh (Aey, Ter, Puak, Shin), Mak berhasil selamat dari perang. Mak kemudian mengundang mereka untuk datang ke rumahnya dan mengajak mereka untuk menginap selama beberapa hari di rumah bibi Mak yang kosong karena sudah tiada penghuninya, yang letaknya di seberang rumah Mak. Mak sangat bahagia dapat berjumpa kembali dengan istri dan anaknya. Mak kemudian memperkenalkan teman-temannya dengan istrinya yang cantik jelita dan bayi mereka yang diberi nama Dang.

Keesokan harinya, Mak, dan teman-temannya pergi ke pasar untuk berbelanja. Anehnya, di pasar semua orang terlihat takut pada Mak, dan tidak ada satu pun yang bersedia menjual barang kepada Mak. Pada sebuah toko bir kecil, wanita penjual yang setengah mabuk kemudian mencoba untuk memberitahu Mak mengenai rumor tersebut, namun, niat tersebut dihentikan oleh anaknya.

Suatu malam, Shin, datang ke rumah Mak untuk mengajak Mak minum bersama mereka. Shin ketakutan ketika melihat tangan Nak yang memanjang dari rumah panggungnya untuk mengambil buah yang berada di tanah. Selain itu, Shin melihat keanehan pada rumah Mak yang sangat kotor seperti telah ditinggalkan penghuninya dalam waktu yang lama. Ketika ia menceritakan hal ini, teman-temannya tak ada yang menanggapinya serius. Pada saat itu, tidak satupun dari mereka yang menyadari adanya mayat dari si wanita penjual bir yang mengambang di dekat mereka.

Esoknya, Ter menemukan sesosok mayat di halaman belakang rumah Mak yang mengenakan cincin yang persis sama seperti cincin yang dipakai Nak. Kedua temannya mulai mempercayai apa yang diucapkan oleh Shin dan Ter, namun tidak ada yang benar-benar berani untuk membungkuk dan melihat Nak di antara kedua kaki, yang merupakan suatu cara untuk mengkonfirmasi apakah ia hantu atau bukan. (saran dari wanita penjual bir di pasar dan Shin)

Ketika mencoba memberitahu Mak tentang istrinya yang telah menjadi hantu, teman-teman Mak malah terjebak di meja makan bersama Mak dan Nak. Mereka disuguhi makanan berupa daun-daun kering, cacing dan belatung, yang disebut Mak sebagai "makanan enak". Hanya Mak yang tampaknya menikmati makanannya. Dia antusias sekali memaksa teman-temannya untuk makan. Buahahahhahaaa... Konyol abis.

Sehabis dinner ala hantu Nak, mereka main game tebak gaya. Di sini mereka kelepasan mengatakan bahwa Nak adalah hantu. Mak yang marah dan tidak terima istrinya disebut hantu, langsung mengusir mereka dari rumah bibinya.

Atas nama persahabatan, mereka tidak dapat pergi dan membiarkan Mak begitu saja bersama hantu Nak. Oleh karenanya, mereka kemudian berkomplot untuk menyadarkan Mak bahwa Nak telah menjadi hantu.

Mak dan Nak datang ke karnaval desa. Nak mengenakan topeng untuk menghindari penduduk desa. Di sini teman-teman Mak mulai menjalankan misi mereka. Pada suatu arena Rumah Hantu, mereka menculik Mak untuk menjauh dari Nak. Di sini konyol banget dimana mereka pura-pura jadi hantu penghuni Rumah Hantu supaya bisa kabur dari Nak yang kehilangan Mak.

Ketika berhasil membawa kabur Mak, luka perang Mak di bagian dada terbuka kembali. Pada saat itu, mereka melihat cincin yang Mak pakai sebagai liontin kalung, yang sangat mirip dengan cincin mayat yang ditemukan Ter di halaman belakang rumah Mak. Karena curiga, mereka melemparkan beras suci ke arah Mak, Mak menjerit keras, (ya iyalah orang lagi luka dadanya, dilempar pake beras) sehingga mereka menjadi yakin, bahwa Mak adalah hantu yang sebenarnya, dan bukan Nak.

Mereka kemudian lari untuk menyelamatkan Nak dengan menggunakan perahu. Nak dan Dang diletakkan di bagian belakang perahu, Namun ternyata perahunya tidak cukup kuat menampung 6 orang sehingga perahunya nyaris tenggelam. Dengan pintarnya, Ter melemparkan kedua dayungnya ke air, Mereka memang tidak jadi tenggelam namun perahunya tidak bisa jalan.. Hahahaha.. paraaahh.

Pada saat itu muncullah Mak di tepi sungai yang datang mendekat, mereka panik. Namun, tak dinyana Mak malah tenggelam. Mak kemudian diselamatkan oleh mereka.. Mak menjelaskan bahwa hantu tidak mungkin tenggelam dan dia menjerit karena mereka telah melemparkan lukanya dengan beras suci.

Dengan tujuh orang di dalam perahu, perahu tersebut mulai tenggelam lagi. Di tengah kepanikan mereka, Ter mulai bertanya-tanya siapa hantu yang sebenarnya. Pada saat tersebut, cincin yang sama persis seperti cincin yang dipakai mayat belakang rumah, jatuh dari Aey. Langsung lah Aey yang dituduh hantu dan ditendang keluar perahu.

Namun, mereka yang ketakutan dan mendayung dengan tangan menjadi frustasi. Tahu-tahu, dari belakang Nak menjulurkan dayung, yang sebelumnya sudah hanyut jauh. Dayung tersebut kemudian diberikan kepada Ter yang duduk di muka. Ter langsung terhenyak. Kemudian, dia berdiri dan membungkuk, untuk melihat di antara kedua kakinya. Dan ternyata memang hantunya adalah Nak.

Mak, yang telah dibuat pingsan, bersama ketiga temannya yang tersisa, Shin, Puak, dan Ter, mendatangi sebuah kuil untuk menemui biksu di sana dan meminta tolong untuk mengusir Nak. Mak yang sadar langsung memanggil-manggil Nak namun ditahan oleh rekan-rekannya. Sayangnya, di sini usaha mereka gagal total karena kecerobohan mereka. Bahkan si Biksu pun kabur dari jendela. sumpah ini bikin ketawa-ketawa sendiri. ^^
 Aey kemudian datang dan menjelaskan kepada mereka bahwa ia masih manusia. Ia memiliki cincin Nak karena mencuri dari jenazahnya untuk membayar hutangnya. Setelah percaya, mereka berlima kemudian menghadapi kemarahan Nak. Mereka mendebat keras dan mengusir Nak untuk meninggalkan Mak karena mereka telah berbeda dunia.

Namun, ternyata, terungkap di sini bahwa Mak sebenarnya sudah tahu sejak lama bahwa Nak adalah hantu. Namun, karena cintanya, Mak membiarkan dan pura-pura tidak tahu. Dia lebih takut harus hidup tanpa Nak, daripada hidup bersama hantu Nak. Teman-temannya yang melihat hal tersebut terharu dan berpelukan, mereka berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain dan tidak akan takut walau salah satu dari mereka telah menjadi hantu, ahaha.. So sweet yang aneh :D

Dalam epilog, digambarkan bahwa Nak, Mak, dan keempat temannya hidup bahagia di desa tersebut. Warga desa masih takut pada Nak. Kemampuan hantu Nak digunakannya untuk mengerjakan tugas sehari-hari, dan yang lainnya, betewe, ternyata Dang juga bisa memanjangkan tangan seperti ibunya, hihii..
Demikianlah, happy ending...

Di sini, Mario Maurer jadi suami yang manja, rada genit, dan oon banget. hahaha. Kadang-kadang bikin ilfeel. Trus jangan kaget lihat pemainnya, giginya hitam semua. Baik cewek maupun cowok. Emang di setting seperti itu, mungkin di abad ke 19, semua orang menghitamkan gigi mereka di Siam. Ya kali ya? Entahlah~ Yang pasti ini film hantu gak serem kok menurut gue. Saking kerennya film ini, konon, berhasil meraup keuntungan more than 1 billion baht atau setara dengan 33 juta dolar. Woow.. Film ini juga menang award banyak banget dan juga masuk ke berbagai nominasi. Di Asia, film ini udah diputer di lebih dari 10 negara.


My true friend, sebuah film inspiratif yang menayangkan arti persahabatan yang dimainkan oleh Natcha Jantapan –Song- sebagai tokoh utama 1 dan Mario Maurer –Gun- sebagai tokoh utama 2. Film ini menceritakan tentang kisah persahabatan Song dengan Gun. Song berasal dari Chiang Mai, dia memutuskan untuk pindah dari Chiang Mai dan tinggal di Bangkok bersama kakak perempuannya –Neung- dan masuk di salah satu kampus yang ada di Bangkok. Alasan utama Song memilih pindah dari Chiang Mai karena ia ingin bebas, ibu nya selalu mengaturnya dan melarang Song keluar rumah tanpa seizin ibunya, keadaan semakin diperburuk sejak ibunya memutuskan untuk menikah lagi.
Di kampus baru nya ia mengambil jurusan seni tahun pertama. Disana ia bertemu dengan Nem yang ternyata sama-sama mengambil jurusan seni tahun pertama. Lalu ia bertemu dengan Dew wanita yang ia sukai dan juga Gun.
Gun, pemilik nama lengkap Gundrit merupakan pendiri Geng Sperm. Ia dikenal sebagai mahasiswa paling populer di kampusnya. Namun Nem meminta Song untuk menjauhi Gun karena Geng Sperm dianggap sebagai gengster yang senengnya hanya berkelahi dan membuat masalah, selain itu ternyata juga ada masalah pribadi antara Nem dan Gun setelah kematian kakak laki-laki Nem, Oak, yang merupakan sahabat dari Gun.
Geng sperm terdiri atas 6 orang yaitu Tod, Nick, Kla, Charm, Arm dan Gun. Keseharian Song di kampus tidak begitu menyenangkan. Song selalu diganggu dengan mahasiswa lain karena berani mendekati Dew. Beberapa hari berlalu, suatu ketika saat siang hari sepulang kuliah, Song diajak gabung bermain sepak bola bersama anak-anak geng Sperm. Disitu lah awal pertemanan antara Song dan Gun bermula. Sejak saat itu Song sering sekali bergabung dan dan menghabiskan waktu luangnya bersama Gun dan teman-temannya yang lain. Pertemanan itu pun berujung menjadi sebuah persahabatan yang sangat manis.
Tidak semua kisah persahabatan berjalan mulus, pasti selalu ada konflik yang menjadi bumbu-bumbu penyedap dalam kisah persahabatan yang sejati. Begitu juga dengan kisah persahabatan antara Song Dengan Geng Sperm terutama dengan Gun. Konflik dimulai ketika mereka memutuskan untuk memukuli pacar kakak Song yang ketahuan selingkuh, tapi malah masuk penjara karena keteledoran Nick. Ini juga menjadi awal penyebab anggota geng Sperm pecah. Konflik kedua terjadi ketika Tod dan Song menerima tawaran untuk memukuli lelaki yang saat itu bersama seorang wanita yang ternyata wanita tersebut adalah putri Wichian Wongtanapanich anggota dewan Chiang Mai, konflik ini berlanjut hingga misi menyelamatkan Tod yang ditangkap oleh Kheng ketua Geng Night Bazzar karena kasus pemukulan yang Tod dan Song lakukan di Club kemarin. Tod berhasil diselamatkan dengan bantuan dari Beer, dan akhirnya mereka semua bergabung lagi.
Malam itu, semua anggota geng Sperm, Beer dan Nem berkumpul disebuah Club untuk hitung mundur akhir tahun bersama. Setelah acara berakhir Gun langsung berpamitan pada Song, Tod dan Nick di parkiran karena ia berjanji untuk menemui Elle –anak SMA yang tergila-gila pada Gun- untuk hitung mundur bersama. Tak lama kemudian, beberapa anggota night bazzar dan Kheng datang menyerang Tod, Nick, dan Song. Melihat perkelahian itu Gun turun dari mobil nya dan menghajar Kheng dan teman-teman nya. Gun melihat Kheng mengeluarkan pisau dari saku nya yang berniat untuk mencelakakan Nick. Gun berlari dan memegang erat tangan Kheng berusaha untuk menghindarkan Nick dari ancaman Kheng. Mata pisau mengarah pada perut Gun, sekuat mungkin ia menahan agar pisau itu tidak tertusuk ke perut nya, namun Gun dikeroyok oleh satu teman Kheng. Posisi Gun dalam bahaya, gun mencoba membalas serangan dari teman Kheng, saat lengah itu lah Kheng meluncurkan pisau ke perut Gun. tusukan itu berkali-kali dilakukannya. Gun tak berdaya, Gun lemas. Tapi tetap berusaha menahan rasa perih itu dan menutupi keadaannya dari teman-temannya. Dengan kondisi yang seperti itu ia tetap menghampiri Elle utuk memenuhi janjinya.
Melihat Gun yang akhirnya datang, Elle begitu senang, tapi seketika berubah menjadi kekhawatiran melihat Gun terbaring tak berdaya di depan mobil dengan wajah pucat. Elle serentak berlari dan segera membawa Gun ke rumah Sakit. Namun, nyawa Gun tak bisa tertolong, ia tewas akibat pendarahan dari luka tusuk yang dialaminya.
Seluruh anggota Sperm terpukul dengan kenyataan ini, termasuk kedua orang tua yang begitu menyesal mengingat semua bahkan nyawa tak bisa dibayar dengan harta. Song, yang tak menerima dengan kenyataan itu berencana untuk membalas dendam, namun ia teringat akan pesan Gun selama ini, bahwa mereka adalalah sekawanan petarung, bukan gangster. Berkelahi sampai ada yang menang, bukan membunuh, ini yang membuat song tak membalas hal yang sama kepada pelaku yang membunuh Gun.

Sejak kepergian Gun, hubungan geng sperm yang ditambah dengan Beer dan Nem menjadi lebih erat. Mereka semua merasa kehilangan. Semua menjalani hidup mereka masing-masing. Dan Song, selalu merindukan sosok Gun, sosok yang sudah mengubah kehidupannya, seorang sahabat yang sangat berarti dalam hidupnya. Banyak hal baru yang mengubah kehidupan Song. Mulai dari belajar arti persahabatan dan betapa berharganya persahabatan itu, hingga belajar berkelahi seperti anak laki-laki. 


Ryan Giggs Bikin Louis Van Gaal Terkesan

Van Gaal menilai asistennya di Manchester United itu memiliki masa depan cerah di dunia manajerial.

Manajer Manchester United Louis van Gaal menyanjung kinerja Ryan Giggs dengan mengaku terkesan akan kemampuannya dalam melatih serta kehandalannya dalam membaca pertandingan.

Giggs digadang-gadang sebagai kandidat ideal untuk menggantikan Van Gaal di Old Trafford, meski sejumlah laporan pada pekan ini menyebut The Welsh Wizard bisa saja didepak jika Jose Mourinho menjadi manajer United berikutnya pada akhir musim.

Namun Van Gaal meyakini tangan kanannya itu punya semua resep untuk sukses di dunia manajerial, entah itu di Old Trafford atau di tempat lain.

“Pertanyaan mengenai di mana memulai karier manajerial adalah untuk Ryan, bukan buat saya,” demikian pria Belanda tersebut kepada The Independent.

“Saya tidak bilang dia harus menjadi suksesor saya karena saya tidak ingin memastikannya dahulu. Saya harus hentikan ini. Di tahun pertama saya, adalah hal bagus untuk mengatakannya.

“Saya terkesan dengan kerja kerasnya karena mantan pemain biasanya bukan contoh yang bagus untuk manajer pekerja keras. Dia itu pekerja keras dan mengagumkan.

“Apa yang harus dia lakukan untuk saya adalah menganalisa lawan dan penjelasannya terkait itu sangatlah bagus. Kapasitasnya dalam melatih, pembacaan pertandingannya, masuk dalam kategori luar biasa dan dia mengatakan hal yang tepat kepada pemain saya. Saya sangat senang dengan dia.”



Manchester United Incar Mauro Icardi

Pihak FC Internazionale kabarnya hanya mau melepas Icardi seharga €45 juta.

Manchester United dikabarkan ingin mendatangkan striker baru pada musim panas mendatang dan bidikan mereka mengarah kepada bintang FC Internazionale Mauro Icardi
he Red Devils santer disebut-sebut akan melakukan perubahan pelatih, dengan Jose Mourinho muncul sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Louis van Gaal, yang masa depannya masih dipertanyakan. Selain pelatih, mereka juga akan melakukan perubahan komposisi pemain agar menjadi lebih kuat untuk menatap kompetisi mendatang.

Dilansir Tuttosport, United siap mendatangkan Icardi ke Inggris, meski mereka harus mau mengeluarkan dana minimal €45 juta.

Icardi mencetak sepuluh gol dari 21 pertandingan di ajang Serie A Italia musim ini. Pemain asal Argentina berusia 22 tahun itu mencetak 22 gol dari 36 pertandingan pada musim lalu.

Lawan Juventus, Napoli Andalkan Bola Mati

Menghadapi Juventus, Napoli berharap bisa mencuri kemenangan dengan memaksimalkan momentum bola mati.

Jelang lawan Juventus, Napoli melakukan latihan secara khusus untuk bisa memaksimalkan momentum bola mati.
Dilaporkan Radio Kiss Kiss, pelatih Maurizio Sarri melakukan latihan tertutup di sarana latihan Castelvolturno untuk menghindari sorotan media.
Dalam latihan yang digelar secara tertutup tersebut, Napoli melakukan latihan secara khusus untuk memaksimalkan skenario bola mati, sesuatu yang menjadi spesial bagi Sarri saat masih menangani Empoli.
Dengan absennya Giorgio Chiellini karena cedera, Juventus dianggap lebih rentan dalam duel udara dan inilah yang berusaha untuk dimaksimalkan Napoli.
Bagaimana hasilnya, sepertinya jawaban tersebut masih harus menunggu laga yang akan dihelat akhir minggu ini.


Paulo Dybala: Satu Trofi Saja Untuk Gonzalo Higuain

Dybala tak keberatan bila Higuain bisa mengangkat trofi juara untuk musim ini, asalkan bukan trofi scudetto.

Jelang duel Juventus kontra Napoli, Paulo Dybala pun memulai 'serangan verbal' kepada lawan dan koleganya di klub rival.
Adalah Gonzalo Higuain yang dipaparnya secara khusus. Dybala menilai Higuain boleh saja mengangkat trofi juara di musim ini, tapi bukan trofi scudetto.
Trofi yang dimaksud gelandang belia Juventus adalah trofi topskor alias capocannoniere.
"Higuain adalah teman saya, saya bertemu dengannya saat bermain di level internasional bersama Argentina," kata Dybala, Jumat (12/2).
"Tapi ia juga merupakan pemain rival dan seorang juara. Saya ingin mengalahkan dalam hal gelar dan jumlah gol ke gawang lawan."
"Apakah saya akan senang apabila membiarkan Higuain mendapatkan trofi Capocannoniere dan Juventus mendapatkan scudetto? Saya akan menyetujuinya," tandasnya.